Kenali Dirimu dengan Lebih Baik Melalui Tes Kepribadian MBTI

Personality-Extrovert-Introvert.
Source : http://freepik.com

MBTI merupakan inventaris laporan mengenai diri yang dirancang untuk mengidentifikasi tipe kepribadian, kekuatan, dan preferensi seseorang. Saat ini MBTI termasuk kedalam instrument psikologis yang paling banyak digunakan di dunia.

Sejarah Penemuan MBTI Test

MBTI atau Myesrs-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah tes kepribadian yang dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers sejak tahun 1940. Katherine Cook Briggs bersama putrinya Isabel Briggs Myers sejak berlangsungnya perang dunia ke II tepatnya pada periode 1929 sampai 1945 sudah mulai mengembangkan MBTI.

Kehadiran MBTI test diawali dengan kepercayaan Isabel dan Katherine bahwa pengetahuan akan kepribadian bisa membantu kaum perempuan yang akan memasuki dunia kerja di bidang industri. MBTI pertama kali dipublikasikan pada tahun 1962.

Gambaran Umum Mengenai MBTI Test

Tujuan dari MBTI test adalah memungkinkan responden untuk lebih mengeksplorasi dan memahami kepribadian mereka sendiri termasuk memahami hal yang disukai, sesuatu yang tidak disukai, kekuatan, kelemahan, kemungkinan atau preferensi karir, dan kompatibilitas dengan orang lain.

Teori dasar yang dijadikan landasan perkembangan MBTI adalah teori tipologi dari Carl Gustav Jung. Jung didalam bukunya yang berjudul “Psychological Type” terbitan tahun 1921 menjelaskan empat fungsi psikologis utama yang digunakan manusia didalam kehidupannya adalah sensasi (sensation), intuisi (intuition), perasaan (feeling) dan pemikiran (thinking).

Teori ini kemudian dikembangkan oleh Isabel dan Katherine menjadi dimensi penilaian kepribadian manusia. Mereka berpendapat jika sifat dasar manusia cenderung bisa dijelaskan melalui 4 dimensi berikut ini:

1. Dimensi pemusatan perhatian : Introvert (I) vs Ekstrovert (E)

Introvert dan Ekstrovert pertama kali dikenalkan oleh Jung dalam teorinya untuk mengelompokkan kepribadian manusia berdasarkan cara seseorang merespon dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.

Masyarakat sudah sangat akrab dengan istilah introvert dan ekstrovert, namun ada hal yang sedikit berbeda dengan pengkategorian Introvert dan ekstrovert dalam tes MBTI. Ekstrovert yang dimaksud adalah “outward-turning” dimana mempunyai kecenderungan untuk berorientasi pada tindakan, lebih sering menikmati interaksi sosial, dan merasa berenergi setelah menghabiskan waktu bersama orang lain.

Kebalikannya seseorang termasuk dalam kategori Introvert apabila mempunyai kecenderungan untuk berorientasi pada pemikiran, menikmati interaksi sosial yang mendalam dan bermakna, dan merasa terisi kembali setelah menghabiskan waktu sendirian.

2. Dimensi memahami informasi dari luar : Sensing (S) vs Intuition (I)

Dimensi ini dinilai dari skala yang memperlihatkan bagaimana orang mengumpulkan informasi dari dunia di sekitar mereka. Seperti dimensi ekstrovert dan introvert, semua orang menghabiskan waktu untuk merasakan dan berintuisi tergantung pada situasinya. Menurut tes MBTI seseorang memiliki kecenderungan yang dominan terhadap satu bidang atau lainnya.

Seseorang dengan kecenderungan sensing (S) akan memberikan banyak perhatian terhadap fakta yang ada, terutama pada apa yang bisa mereka pelajari dan pahami dari panca indera mereka sendiri. Mereka cenderung lebih fokus pada fakta dan detail serta senang mendapatkan pengalaman langsung.

Individu dengan intuisi (I) yang dominan mempunyai sifat yang lebih memperhatikan hal-hal seperti pola dan kesan. Mereka senang untuk memikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi, membayangkan masa depan dan memahami teori abstrak.

3. Dimensi menarik kesimpulan dan keputusan : Thinking (T) vs Feeling (F)

Thinking dan Feeling dinilai dari cara seseorang membuat keputusan berdasarkan pada informasi yang mereka kumpulkan dari fungsi penginderaan atau intuisi mereka. Orang yang tergolong kepada Thinking (T) cenderung lebih suka berpikir, menekankan pada fakta dan data yang objektif. Selain itu, seorang thinker juga cenderung menunjukkan sikap yang konsisten, logis dan impersonal saat membuat suatu keputusan.

Seorang Feeling (F) bisanya mempunyai kecenderungan lebih mengutamakan perasaan serta mempertimbangkan emosi dan orang lain ketika mengambil suatu keputusan. Hal ini membuat keputusan dan kesimpulan yang diambil oleh seorang dengan kecenderungan berkarakter Feeling (F) bersifat lebih subjektif.

4. Dimensi pola hidup : Judging (J) vs Perceiving (P)

Pengelompokkan kepribadian seseorang kedalam kategori Judging dan Perceiving dinilai berdasarkan cara seseorang berurusan dengan dunia luar. Mereka yang cenderung Judging (J) lebih menyukai segala hal yang terstruktur dan keputusan tegas. Sedangkan mereka yang bersifat Perceiving (P) mempunyai sikap yang lebih terbuka, menyukai hal-hal yang fleksibel dan terkenal sebagai pribadi yang mudah beradaptasi.

Keempat dimensi ini diterapkan dalam penilaian kepribadian pada tes MBTI. Selain itu MBTI juga menjelaskan jika sifat manusia bisa dikenali dari tipe penyusun fungsi kognitifnya. Hal ini dikelompokkan menjadi 8 fungsi berikut ini:

1.       Se (Extroverted Sensing)

2.       Si (Introverted Sensing)

3.       Ne (Extroverted Intuition)

4.       Ni (Introverted Intuition)

5.       Te (Extroverted Thinking)

6.       Ti (Introverted Thinking)

7.       Fe (Extroverted Feeling)

8.       Fi (Introverted Feeling)

Berdasarkan pada dimensi dasar yang dijelaskan di atas, maka manusia diyakini memiliki 16 tipe kepribadian. Tipe kepribadian manusia menurut MBTI test adalah sebagai berikut :

1. INFP

INFP merupakan seorang yang teguh pada prinsip, setia, dan juga bersikap idealis. Seorang INFP biasanya dianugerahi rasa ingin tahu yang tinggi, bersikap terbuka terhadap segala kemungkinan. Terkadang mereka juga bersikap fleksibel dan adaptif, terkecuali untuk prinsip yang mereka yakini.

2. INTJ

Orang-orang yang mampu memahami pola peristiwa yang tengah terjadi, mempunyai kemampuan untuk merancang perspektif jangka panjang terhadap suatu hal, bersikap mandiri, menyukai hal-hal yang pasti dan terorganisir, serta mempunyai standar kerja dan kompetensi yang tinggi untuk diri sendiri dan juga orang lain digolongkan sebagai seorang INTJ.

3. INFJ

Individu dengan tipe kepribadian INFJ memiliki ketertarikan untuk memahami pemikiran orang lain, dikenal sebagai si pencari makna, menghubungkan ide-ide yang ada, bahkan bisa menjembatani hubungan sosial. INFJ memegang komitmen tinggi dalam pekerjaan, dan termasuk tipe orang yang ingin melayani orang-orang sekitar dengan baik.

4. INTP

INTP termasuk kategori orang yang teoritis dan abstrak dengan kecerdasan dan kematangan yang dimilikinya. Mereka lebih tertarik dengan ide jika dibandingkan interaksi sosial.

5. ENTJ

Walaupun tergolong pribadi yang tidak segan memaksakan ide mereka terhadap orang lain, ENTJ dikenal sebagai pembaca keadaan yang baik karena memiliki pengetahuan yang luas.

6. ENTP

ENTP termasuk individu yang ekstrovert, sisi ini membuat mereka sebagai pemecah masalah yang handal.

7. ENFP

ENFP adalah sosok yang imajinatif dengan rasa antusias tinggi. Termasuk individu dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi karena kemampuannya untuk memahami pola dan hubungan suatu informasi.

8. ENFJ

ENFJ sangat cocok dijadikan sahabat karena termasuk pribadi yang hangat, berempati tinggi dan pendengar yang baik.

9. ISFJ

Merupakan orang yang tenang, bertanggung jawab, teliti, berkomitmen, telaten, loyal dan juga perhatian.

10. ISFP

ISFP dikenal sebagi pribadi yang tenang, baik hati dan juga sensitive. Mereka membutuhkan waktu dan situasi sendiri untuk bekerja dan menikmati masa kini.

11.  ISTJ

Seorang ISTJ  mempunyai karakter teliti, seriusm handal, realistis dan juga logis.

12.  ISTP

ISTP dikenal karena ketenangannya dalam menganalisis sehingga membantu mereka bertindak secara cepat untuk menemukan solusi.

13. ESFJ

ESFJ merupakan seorang ekstrovert yang menyukai bekerja sama dalam sebuah lingkungan harmonis.

14.  ESFP

ESFP merupakan sosok yang suka belajar dan bekerja bersama orang lain dengan perkataan dan pemikirannya yang logis dan juga realistis.

15.  ESTJ

ESTJ adalah seorang ekstrovert yang bersikap praktis, realistis, berorientasi pada fakta dan tegas.

16. ESTP

ESTP adalah sosok yang fleksibel dan toleran serta menyukai berkomunikasi secara aktif.

Tidak ada satu tipe kepribadian pun yang bisa dilabeli “terbaik” atau “lebih baik” dari yang lain. MBTI bukan alat untuk mencari atau menemukan disfungsi atau kelainan. Sebaliknya, MBTI bertujuan untuk membantu mengenali lebih banyak tentang diri sendiri. Jika ingin mengetahui Kamu termasuk tipe kepribadian yang mana di MBTI, Kamu bisa mengaksesnya di https://skillana.id/.